Pentingnya Mengetahui Kedwibahasaan
BY: Yuyun ISNARI
Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Wah, akhirnya aku bisa ngeblog lagi.
Jujur aja sih, dulu aku memang pernah. Tapi sekarang udah jarang. #BeraniJujur #BloggerTobat Hahahaha.
Oke deh kali ini aku bakalan mengutip materi tentang KEDWIBAHASAAN, kira kira sobat Bloger ada yang udah pernah dengar gak tentang 'Kedwibahasaan'?
Ya udah deh disini aku mau menjelasakan apa sih itu KEDWIBAHASAAN. check this out guys
A. ASAL USUL KEDWIBAHASAAN
Bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat
dikaidahkan (Chaer dan Agustina 1995:15). Bahasa merupakan suatu sarana komunikasi untuk satu individu ke individu lain dalam berinteraksi agar dapat
menyampaikan suatu pesan. Menurut Chaer dan Agustina (1995:14) hakikat bahasa
adalah bahwa bahasa itu sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer,
produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Selain itu Lyons (dalam Aslina dan Syafyahya, 2007:1) bahwa bahasa adalah most of them hare taken the views that languages are system of symbol, designed, as it were, for the purpose of communications. Bahasa harus bersistem, berwujud simbol yang kita lihat dan kita dengar dalam lambang, serta bahasa digunakan oleh masyarakat dalam berkomunikasi. Menurut Aslina dan Syafyahya (2007:3) bidang kajian linguistik yang mempelajari struktur internal bahasa/hubungan bahasa dengan struktur bahasa itu sendiri dan struktur eksternal/hubungan bahasa itu dengan faktor-faktor di luar bahasa dibedakan atas linguistik mikro dan linguistik makro. Kajian linguistik mikro menfokuskan kajiannya terhadap struktur intern bahasa. Pada struktur kajian bahasa tanpa menghubungkannya dengan faktor-faktor ekstern bahasa tersebut, yaitu meliputi bidang fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Linguistik makro mengkaji hubungan bahasa dengan faktor-faktor di luar bahasa, yaitu mengkaji hubungan bahasa dengan masyarakat pemakaian bahasa dan situasi penggunaan bahasa. Khusus untuk linguistik makro, penulis akan menitik beratkan kajian pada subkategori linguistik makro, yaitu sosiolinguistik.
Sosiolinguistik adalah studi dari bahasa sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat (Padmadewi dkk, 2007:1). Menurut Nababan (1984:2) sosiolinguistik mempelajari dan membahas aspek-aspek kemasyarakatan bahasa, khususnya variasi yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor kemasyarakatan. Padmadewi dkk (2014:1) mengartikan bahwa sosiolinguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa dan orang-orang yang memakai bahasa itu. Dalam perkembangan zaman yang semakin maju, bahasa pun juga ikut berkembang.
Kedwibahasaan adalah wujud dimana bahasa yang semakin berkembang seiring perkembangan zaman. Menurut Mackey (dalam Rusyana, 1975:33), kedwibahasaan adalah alternative use of two of more languages by the same inividual. Kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih oleh seseorang.
Menurut Mackey dalam membicarakan kedwibahasaan tercakup beberapa pengertian seperti masalah tingkat, fungsi pertukaran/ alih kode, percampuran/campur kode, interferensi, dan integrasi. Alih kode merupakan peralihan dari suatu ragam ke ragam lainnya seperti dari ragam resmi ke raman nonresmi atau sebaliknya (Oktavianus, 2006:190). Chaer dan Agustina (2004:107) mendefinisikan alih kode adalah perubahan dari suatu bahasa ke bahasa lain, atau juga dari suatu ragam ke ragam lain. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode adalah kemampuan seseorang untuk menguasai lebih dari suatu bahasa (bilingual atau dwibahasa). Kemampuan seseorang dalam menguasai dua bahasa disebut bilingualisme. Selain itu, faktor lain dari terjadinya alih kode adalah siapa yang berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, kapan, dan dengan tujuan apa (Aslinda dan Syafyahya, 2007:85). Sedangkan penyebab terjadinya alih kode adalah pembicara atau penutur, pendengar atau lawan tutur, terjadinya perubahan situasi dengan hadirnya orang ketiga, terjadinya perubahan situasi dari formal menjadi informal atau sebaliknya, terjadinya perubahan dalam topik pembicaraan (Fishman, 1976, dalam Chaer dan Agustin 1995:143). Kridalaksana (2008:40) mengartikan campur kode sebagai pengguna satuan bahasa ke bahasa lain. Campur kode disebabkan oleh masyarakat tutur yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan lebih dari satu bahasa. Menurut Nababan (1984:32) penyebab terjadinya campur kode yaitu kesantaian penutur, situasi formal, kebiasaan, dan tidak ada ungkapan yang tepat dalam bahasa yang sedang dipakai. Campur kode biasanya terjadi dalam penuturan nonformal, ketika bersituasi formal jarang terdapat campur kode.
1. Manfaat mengetahui asal usul Kedwibahasaan
Kedwibahasaan akan memberikan dampak terhadap banyak aspek, termasuk dalam pembelajaran sastra. Misalnya saja mengenai penggunaan kosa kata. Seseorang yang menguasai bahasa Indonesia dan Jawa memiliki kecenderuangan untuk menggunakan kosa kata dari kedua bahasa tersebut dalam kepenulisan sastra.
2. Kegunaan materi asal usul Kedwibahasaan pada kehidupan sehari hari
Materi Kedwibahasaan sangatlah penting di terapkan dalam kehidupan sehari hari terlebih lagi di Indonesia terdapa banyak sekali ragam bahasa sehingga perlunya suatu ilmu untuk mempelajarinya agar dapat berguna dengan baik.
3. Kerugian tidak mengetahui materi asal usul Kedwibahasaan
Kerugian yang akan kita rasaka jika kita tidak memiliki dasar materi kedwibahasaan adalah lemahnya daya penyampaian informasi antar sesama individu.
4. Keterkaitan materi asal usul Kedwibahasaan dengan profesi Guru
Tenaga pengajar adalah panutan para siswa sehingga para guru harus memiliki kosa kata yang baik agar terciptanya proses belajar mengajar yang baik.
B. DIGLOSIA DALAM KEBAHASAAN
Diglosia adalah suatu situasi bahasa di mana terdapat pembagian fungsional atas variasi-variasi bahasa atau bahasa-bahasa yang ada di masyarakat. Yang dimaksud ialah bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non-formal.
Diglosia merupakan situasi kebahasaan yang menunjukkan adanya penggunaan bahasa tinggi (ragam T) dan bahasa rendah (ragam R) yang disesuaikan dengan situasi komunikasinya.
Yang dimaksud ialah bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non-formal. Contohnya misalkan di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan.
1. Manfaat mengetahui Diglosia dalam Kedwibahasaan
Jika diglosia diartikan sebagai adanya pembedaan fungsi atas penggunaan bahasa, terutama fungsi ragam tinggi (T) dan fungsi ragam rendah (R), maka bilingualisme adalah keadaan penggunaan dua bahasa secara bergantian dalam suatu masyarakat. Dwibahasan adalah mereka yang dapat menggunakan dua bahasa, tetapi ini pun tingkatannya bermacam-macam, dari tingkatan dwibahasawan permulaan, yaitu mereka yang sedang mempelajari bahasa kedua pada langkah awal, sampai kepada mereka yang telah menguasai bahasa kedua itu dengan baik, sehingga dapat dibandingkan dengan penguasaan oleh para penutur asli
2. Kegunaan materi Diglosia dalam Kedwibahasaan pada kehidupan sehari hari
Diglosia berperan penting dalam penggunaan bahasa sehari hari misalkan di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan.
3. Kerugian tidak mengetahui materi Diglosia dalam Kedwibahasaan
Materi ini cukup penting karen kita tidak lepas dari komunikasi antar individu baik lisan maupun tulisan, jika kita tidak mengetahui materi ini maka akan sulit untuk menelaah informasi yang kita terima
4. Keterkaitan materi Diglosia dalam Kedwibahasaan terhadap profesi Guru
Seorang guru pasti memiliki banyak sekali siswa yang terdiri dari beragam suku dan bahasa sehingga di perlukan ilmu untuk memahami keberagaman bahasa tersebut.
C. KONSEP, FAKTOR, DAN PENDEKATAN DALAM KEDWIBAHASAAN
Konsep Kedwibahasaan atau Bilingualisme adalah kemampuan berbicara dua bahasa dengan baik. Kedwibahasaan adalah perihal pemakaian dua bahasa seperti bahasa daerah dan bahasa nasional dalam berkomunikasi untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang suatu informasi tertentu
Faktor-faktor Pengaruh Kedwibahasaan
Adanya kedwibahasaan karena dipengaruhi beberapa faktor ekstern yaitu pergaulan hidup di keluarga, pergaulan di masyarakat, serta kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi.
Pendekatan kedwibahasaan merupakan salah satu perangkat penguat karakter kebangsaan. Bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa nasional telah berhasil menyatukan warga bangsa dari berbagai latar belakang etnik, budaya dan bahasa ke dalam satu guyub tutur.
1. Manfaat mengetahui Konsep, Faktor, dan Pendekatan dalam Kedwibahasaan
Manfaatnya adalah Mendorong Kreativitas. Orang yang mempunyai kemampuan dua bahasa, umumnya sukses dalam bidang seni. Serta Peningkatan Kemampuan Kognitif.
2. Kegunaan materi Konsep, Faktor, dan Pendekatan dalam Kedwibahasaan terhadap kehidupan sehari hari
Indonesia tidak hanya terjadi antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing, namun juga antara bahasa Indonesia dengan bahasa daerah yang terdapat disuatu wilayah. Semakin populernya bahasa asing terutama bahasa Inggris dirasa semakin memudarkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia
3. Kerugian tidak mengetahui materi Konsep, Faktor, dan Pendekatan dalam Kedwibahasaan
Jika kita tidak mrngetahui materi konsep, faktor, dan pendekatan dalam kedwinahasaam maka tujuan yang ingin dicapai dengan pembelajaran bilingual bahasa adalah pemerolehan peningkatan penguasaan materi pelajaran, peningkatan kemampuan menggunakan bahasa Inggris baik penggunaan ilmiah maupun non-ilmiah, mampu menjangkau pengetahuan ilmiah berbagai media internasional akan sulit tercapai
4. Keterkaitan materi Konsep, Faktor, dan Pendekatan dalam Kedwibahasaan terhadap profesi guru
Apabila guru menggunakan bahasa di luar jangkauan berbahasa peserta didik, tentu saja pembelajaran bisa dipastikan kurang berhasil karena murid kurang mampu menangkap pesan atau informasi yang disampaikan oleh gurunya. Demikian juga, apabila guru tidak memiliki kemampuan yang memadai dalam salah satu bahasa (terutama bahasa Inggris), murid akan mengalami kebingungan dalam memahami. Anak-anak usia dini umumnya yang berusia sampai umur tujuh tahun, memiliki karakter yang khusus yang berbeda dengan anak-anak usia di atasnya.
D. FAKTOR KEBAHASAAN DAN NONKEBAHASAAN
Faktor kebahasaan meliputi ketepatan ucapan, intonasi, pilihan kata/diksi.Faktor kebahasaan adalah perspektif yang diidentikkan dengan masalah Bahasa, yang hendaknya diwujudkan seseorang ketika berperan sebagai pembicara.
Faktor nonkebahasan, meliputi sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku, mimik/gerak-gerik, kenyaringan suara, kelancaran dan penguasaan topik, faktor nonkebahasaan adalah sudut yang membuktikan kesuksesan seseorang ketika berbicara.
1. Manfaat mengetahui faktor Kebahasaan dan Nonkebahasaan
Manfaat yang akan di rasakan untuk faktor kebahasaan adalah dalam hal ketepatan pengucapan, penempatan tekanan, nada dan durasi yang sesuai, pilihan kata (diksi) dan ketepatan sasaran pembicaraan. Ketepatan pengucapan, pembicara harus terbiasa mengartikulasikan isyarat-isyarat Bahasa secara efektif.
Sedangkan manfaat yang akan di rasakan untuk Faktor nonkebahasaan yaitu berkaitan perilaku tingkah laku bercerita yaitu sikap wajar tenang, dan tidak kaku, pandangan harus diarahkan kepada lawan bicara, ketersediaan menghargai pendapat orang lain, gerak-gerik dan mimik yang tepat, kenyaringan suara, kelancaran berbicara.
2. Kegunaan materi faktor Kebahasaan dan Nonkebahasaan dalam kehidupan sehari hari
Bahasa adalah sebagai alat berinteraksi dengan manusia, alat untuk berfikir, serta menyalurkan arti kepercayaan di masyarakat. Selain sebagai alat komunikasi maupun berinteraksi, bahasa juga memiliki arti penting sebagai metode pembelajaran pada lingkup bahasa itu sendiri.
3. Kerugian tidak mengetahui materi faktor Kebahasaan dan Nonkebahasaan
Masing-masing individu mempunyai gaya tersendiri dan gaya yang digunakan dapat diubah sesuai dengan tema, perasaan, dan tujuan. Namun, apabila perubahan atau
perbedaan tersebut terlalu nyata maka dapat menimbulkan penyimpangan
sehingga efektivitas komunikasi menjadi terganggu.
4. Keterkaitan materi faktor Kebahasaan dan Nonkebahasaan terhadap profesi guru
Sebagai Bahan kajian untuk meningkatan hasil berbicara murid dengan menggunakan faktor kebahasaan dan nonkebahasaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah.
Dari semua pemaparan diatas dapat kita lihat betapa pentingnya Kedwibahasaan bagi setiap individu, dan semoga artikel di atas dapat bermanfaat buat kalian semua ya guys. See you
Email : yuyunisnary@gmail.com
Instagram : yuyunisnary
Wathssap : 081360201608
Terima kasih👍, sangat bermanfaat
BalasHapusBagus 👍👍
BalasHapusBermanfaat🤗
BalasHapusBagus dan sangat bermanfaat
BalasHapusBagus untuk penjelasannya 👍
BalasHapusBagus dan menarik
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih sangat membantu 👍
BalasHapusSangat mudah dipahami
BalasHapusSangat mudah dipahami
BalasHapusSangat keren
BalasHapusSangat mudah untuk di pahami👍🏼
BalasHapusBagus🤗
BalasHapusbagus
BalasHapusSangat bermanfaat 🥰
BalasHapus